Dunia khayal si kecil
Hawa dingin menusuk tulang-tulangku, saat kereta yang kutumpangi melesat dengan kencangnya. Suara kantukku pun mulai hilang, ketika sepasang anak lelaki bercanda dan membuat suara gaduh. Lucu dan cerdas, kesan pertama yang muncul saat mataku terbangun melihat mereka. Rupanya mereka kakak- beradik. Si kecil lebih cerdas dari yang besar. Di benaknya selalu ada saja pertanyaan2. Mulai dari kenapa kereta berhenti sampai kenapa kok bisa jalan keretanya, tapi kan gak ada rodanya? aku yang denger serbuan pertanyaan2 ke bapaknya, hanya bisa senyum2 saja.
“Pak, kenapa keretanya berhenti?”, si kecil bertanya saat kereta berhenti tepat di depan stasiun.
“Buat naikin penumpang nak”, jawab bapaknya.
” Kenapa disitu (sambil menunjuk ke sebelah luar), ada rel juga? trus kenapa juga ada batu2 di sekitarnya pak?”, tanyanya lagi.
“Tu nanti dipakai klo ada kereta lain yang lewat nak, biar gak terjadi tabrakan.” Jawab si bapak lagi.
” Trus kok keretanya bisa jalan yaw pak, padahal kan gak ada rodanya?”, tanya nya lagi.
Si bapak, hanya tersenyum saja.
PAs kereta berhenti di stasiun lagi, kakaknya bilang, “ni lagi mogok keretanya dik”.
dan si kecil balas jawab,”enggak kak, ni keretanya lagi ngisi bensin”.
Haha.. spontan aku ketawa terbahak2.
Tapi dari ceritaku itu, lumayan lah buat pengalaman nanti klo punya anak. Emang kita juga harus pinter2 ngejawab pertanyaan anak kita kelak supaya mereka juga tahu dan lebih kritis lagi. Belum lagi klo pertanyaan anak2 tersebut, sulit buat di jawab, wah harus bener2 punya siasat nih.