Awas, anjing galak!! jangan-jangan anjing gila yaw?!!
Hmmm…. Mungkin sebagian orang yang membaca title postinganku mengira aku bakal membahas tentang anjing yang galak.
Salah besar, ini tentang pengalamanku menghadapi seseorang yang gak mau sama sekali ngikuti aturan bersama. Yah, mungkin bisa dijadikan pelajaran buat semua terutama para cewek yang lagi ngekos di daerah Malang. Supaya lebih berhati-hati buat nerima anak kos baru, palagi buat yang kosannya gak ada ibuk kos.
Ceritany berawal dari aku yang ngekos di salah satu daerah dekat kampus negeri yang terkenal di daerah Malang. Kosan yang hanya ditinggali sekitar 7 orang ini dengan aku yang tertua dan di anggap sebagai kepala sukunya, mendadak gempar dengan datangnya seorang penghuni baru kosan. Awalnya kami semua menyambutnya dengan ramah dan welcome. Tapi hal itu malah membuatnya seenaknya sendiri. Dia dengan rasa iri dan suka pamer serta tidak tahu akan kewajiban penghuni kos, semakin hari semakin menjadi. Mulai dari tidak tau cara membersihkan lantai atau kamar mandi (karena ibu kos gak ada, kami pakai sistem piket) sampai yang membuat gaduh pada saat dia menerima telepon dan memamerkan lewat suaranya yang keras itu. Semula kami semua berusaha maklum sampai suatu hari dia bener2 kelewatan. Saat itu jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.30, ak yang baru selesei pulang lembur, pengen langsung tidur aja sesampainya dikosan. Tapi keinginanku tadi sia-sia. Dia telepon di depan kamarku dengan suara yang keras dan cukup membuat mataku ini gak bisa terpejam. Pukul sudah menunjukkan 23.00 sedangkan besok aku harus bangun pagi dengan segudang aktivitas yang menungguku. Akhirnya aku memutuskan untuk menegurnya pelan-pelan, “tolong dong, bicaranya agak dikecilin, soale aku capek dan mau bobok”, kataku. Tapi yang ada malah dia makin mengeraskan suaranya. Dan anehnya dia bikin masalah yang lain dengan adek kosku. Akhirnya ku ulang lagi teguranku dengan sedikit bentakan ke dia, “bicaranya jangan keras-keras, soale aku capek dan mau bobok”, sambil kubanting pintu kamarku. Ternyata hal itu gak membuatnya mengecilkan volume suaranya. Yang ada malah dia gunjing dan mengadukan kami sekosan pada cowoknya, yang katanya seorang polisi. Sampai akhirnya pukul sudah menunjukkan 24.00, dia menutup teleponnya sambil ngomel-ngomel gak karuan malah kayak orang gila gt. Mungkin mulutnya udah capek juga mengulang perkataan yang sama yang dia sampaikan ke cowoknya.
Masalah ini gak berakhir begitu saja, keesokan paginya pun masih berlanjut. Dasar biang kerok… *pyuh*. Dan parahnya, gara-gara dia, adek kosku gak mo pulang kekosan, katanya takut klo ketularan gila. Pagi ini, dengan kemarahan semua orang dikosan terhadapnya, dia mulai berulah lagi. Tiba-tiba aj teriak-teriak sambil marah-marah gak jelas gt. Malah waktu adek kosku yang lain ngasih pengertian dan penjelasan tentang kejadian semalam, yang ada malah marahnya semakin menjadi-jadi dan berteriak-teriak. Akhirnya kami cuekin saja. Bener-bener syaraf tu orang. Kami semua menjadi merasa tertekan berada dikosan kami sendiri. PUncaknya dia malah marah-marah dan ngolok-ngolokin aku lah, yang akunya ke”gatel”an, yang akunya iri karena gak ditelpon ma pacarku lah. Yaw aku jawab, “emang aku kegatelan, makanya aku mo mandi karena emang aku lum mandi”. “kowe ki kegatelan lanangan, kono cari lanangan nek pinggir dalan, bayaren”, gt balasnya. “emang ak kegatelan, tar mo tak suruh pacarku buat garukin”, jawabku yang gak terima di olokin dia. “Syirk-syirik, gak di telpon bojone, makane lek golek bojo oj cah kuliahan, pacaran rak enek manfaate, guwak-guwak wektu, njaluko telpon kono lo!!”, olokannya lagi. “Nyapo aku dadak njaluk telpon, lha wong sak bendino aku wes ketemu ma pacarku kok”, jawabku lagi. Akhirnya dia diam. Haha…..
Besoknya, dia klo telpon pacarnya, bicaranya pelan-pelan, gak tau juag dia kesambet setan apa kok jadi tobat gt.
Tapi ternyata gak berakhir begitu saja. Sewaktu aku harus pulang ke kampungku. Dia berkelahi ma adek kosku yang notabene ikut silat. Rasain tuch di tendang ma adek kos ku. Cayooo kebenaran….
Aneh emang, masak orang kayak gt, kuliah di PTN ternama di Malang, ambil jurusan Matematika. Karena aku yang gak percaya dengan data tersebut, aku selidiki saja. Ternyata, dia emang bermasalah dengan yang lain di masa lalunya termasuk dengan kosannnya yang terdahulu. Latar belakaang yang suram. Pantas aj kelakuannya kayak gt. Gak heran….
Yah, buat temen-temen khususnya cewek, hati-hati yaw klo nerima penghuni baru kosan. Apalagi untuk cewek yang berjilbab, gak semua cewek berjilbab (walau aku juga berjilbab) tuch baik, mungkin saja hanya kedok.